Kitab Kuning

الْفرق بَين الْفِقْه وَالْعلم وَالظَّن وَالشَّكّ

Verified Original
وَالْفِقْه أخص من الْعلم وَالْعلم معرفَة الْمَعْلُوم على مَا هُوَ بِهِ وَالْجهل تصور الشَّيْء على خلاف مَا هُوَ بِهِ وَالْعلم الضَّرُورِيّ مَا لم يَقع عَن نظر واستدلال كَالْعلمِ الْوَاقِع بِإِحْدَى الْحَواس الْخمس الَّتِي هِيَ السّمع وَالْبَصَر والشم والذوق واللمس أَو التَّوَاتُر وَأما الْعلم المكتسب فَهُوَ الْمَوْقُوف على النّظر وَالِاسْتِدْلَال وَالنَّظَر هُوَ الْفِكر فِي حَال المنظور فِيهِ وَالِاسْتِدْلَال طلب الدَّلِيل وَالدَّلِيل هُوَ المرشد إِلَى الْمَطْلُوب لِأَنَّهُ عَلامَة عَلَيْهِ وَالظَّن تَجْوِيز أَمريْن أَحدهمَا أظهر من الآخر وَالشَّكّ تَجْوِيز أَمريْن لَا مزية لأَحَدهمَا على الآخر وَعلم أصُول الْفِقْه طرقه على سَبِيل الْإِجْمَال وَكَيْفِيَّة الِاسْتِدْلَال بهَا
Dan fiqh itu lebih khusus daripada ilmu. Ilmu adalah mengetahui sesuatu yang diketahui sesuai dengan hakikatnya. Jahil (kebodohan) adalah membayangkan sesuatu secara bertentangan dengan hakikatnya. Ilmu dharuri (niscaya) adalah ilmu yang tidak muncul dari penalaran (nazhar) dan pencarian dalil (istidlal), seperti ilmu yang dihasilkan oleh salah satu dari pancaindra, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan, atau (melalui) mutawatir. Adapun ilmu muktasab (yang diusahakan) adalah ilmu yang bergantung pada penalaran dan pencarian dalil. Penalaran adalah pemikiran tentang keadaan sesuatu yang sedang dipikirkan. Istidlal adalah mencari dalil. Dalil adalah sesuatu yang membimbing kepada hal yang dicari karena ia merupakan tanda atasnya. Zhann adalah membolehkan (mempertimbangkan) dua hal yang salah satunya lebih kuat (tampak) daripada yang lain. Syak (keraguan) adalah membolehkan (mempertimbangkan) dua hal yang tidak ada keunggulan bagi salah satunya atas yang lain. Dan ilmu usul fiqh adalah jalan-jalannya (dalil-dalil fiqh) secara global (ijmal) dan tata cara mencari dalil dengannya.