Kitab Kuning

• المخابرة

Verified Original
المخابرة
Mukhabarah (Bagi Hasil Pertanian Tanpa Benih dari Pemilik)
Verified Original
﴿فصل﴾ في أحكام المخابرة. وهي عمل العامل في أرض المالك ببعض ما يخرج منها، والبذر من العامل. (وإذا دفع) شخص (إلى رجل أرضا ليزرعها وشرط له جزءا معلوما من رَيعها لم يجز) ذلك، لكن النووي تبعا لابن المنذر اختار جواز المخابرة. وكذا المزارعة؛ وهي عمل العامل في الأرض ببعض ما يخرج منها، والبذر من المالك. (وإن أكراه) أي شخصا (إياها) أي أرضا (بذهب أو فضة أو شرط له طعاما معلوما في ذمته جاز). أما لو دفع لشخص أرضا فيها نخل كثير أو قليل فساقاه عليه وزرعه على الأرض فتجوز هذه المزارعة تبعا للمساقاة.
(Pasal) mengenai hukum-hukum mukhabarah. Yaitu pekerjaan penggarap pada tanah milik orang lain dengan imbalan sebagian hasil panennya, sedangkan benihnya berasal dari penggarap. (Dan apabila) seseorang (menyerahkan sebidang tanah kepada seseorang untuk ditanami dan ia mensyaratkan bagi dirinya sebagian tertentu dari hasilnya, maka hal tersebut tidak diperbolehkan), akan tetapi Imam Nawawi, dengan mengikuti pendapat Ibnu al-Mundzir, memilih pendapat yang memperbolehkan akad mukhabarah. Demikian pula hukumnya pada akad muzara'ah; yaitu pekerjaan penggarap pada tanah dengan imbalan sebagian hasil panennya, namun benihnya berasal dari pemilik tanah. (Dan seandainya ia menyewakan) tanah itu kepada seseorang (dengan emas atau perak, atau mensyaratkan baginya makanan (komoditas) yang diketahui sebagai tanggungan, maka hal itu diperbolehkan). Adapun jika ia menyerahkan sebidang tanah yang di dalamnya terdapat pohon kurma, baik banyak maupun sedikit, lalu ia melakukan akad musaqah atas pohon tersebut dan menggarapkan penanaman pada tanahnya, maka akad muzara'ah (campuran) ini diperbolehkan karena mengikuti akad musaqah.